Social Icons

Pages

Kamis, 01 Agustus 2019

Kecil-Kecil Si Cabe Rawit

Kecil-Kecil Si Cabe Rawit
Oleh : Herlina, SP (BPP Kec. Taliwang)

Panen Cabe Rawit di Kelompok Tani Estafet Hidup, Kelurahan Kuang

Cabe termasuk dalam golongan tanaman terung-terungan yaitu SolanaceaeNama spesies tanaman cabe adalah Capsicum sp. Cabe rawit (Capsium frutescens) memiliki ukuran yang mini, panjangnya sekitar 2-4 cm. Rasa jenis cabe ini relatif lebih pedas dari cabe besar, meski ada beberapa varietas yang kurang pedas. Warna cabe rawit sangat beragam, mulai dari hijau, merah, kuning hingga oranye.
Jenis cabe ini bisa berbuah sepanjang tahun, tidak mengenal musim. Tanamannya cukup tahan terhadap segala cuaca dan dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Kebanyakan jenis cabe rawit yang ditanam di Indonesia merupakan varietas lokal. Benihnya diproduksi sendiri oleh para petani dari hasil panen sebelumnya. (https://alamtani.com/jenis-cabe/)
Buah cabe rawit memiliki ukuran paling kecil dibandingkan jenis cabe lainnya, tetapi rasanya paling pedas. Cabe rawit termasuk golongan cabe kecil. Meskipun nama cabe rawit lebih populer, namun sebenarnya buah pedas ini memiliki nama daerah yang berbeda. Di Yogyakarta dikenal sebagai lombok riwit, di daerah Sunda cengek leutik, di Gayo di sebut pentek, di Madura dikenal sebagai taena manok, dan di Nias disebut lada mini.
Tanaman yang tergolong tanaman perdu ini diduga berasal dari Amerika Latin. Mengenai sejarah masuknya tanaman ini ke tanah air, ada beberapa versi. Ada yang mengatakan dibawa oleh orang Portugis, ada pula yang menyatakan dibawa oleh pedagang asal persia.

Jenis Cabe Rawit
1.    Cabe rawit putih
Dari ketiga jenis cabe rawit, cabe rawit putih memiliki ukuran paling besar. Bentuk buah gemuk dan meruncing pada ujungnya. Panjang buah berkisar aantara 4-6 cm dengan lebar 0,9-1,2 cm. Ketika masih muda buah berwarna putih kekuning-kuningan, lalu berubah kuning saat menjelang tua, dan menjadi merah sedikit orange setelah masak. Cabe ini juga dikenal dengan nama cabe cengek, cabe domba, dan cabe burung. Dibandingkan kedua jenis cabe rawit lainnya, cabe rawit putih tergolong kurang pedas rasanya. Mungkin karena itulah ada jenis burung yang menyukainya.
2.    Cabe Rawit Hijau
Cabe rawit hijau juga dikenal dengan nama cabe ceplik. Buahnya sebesar cabe rawit putih, tetapi lebih pendek, jadi tampak gemuk. Panjang buah sekitar 3-4cm dengan lebar1-1,5 cm. Rasanya cukup pedas, namun tak sepedas cabe rawit kecil. Saat muda buahnya berwarna hijau tua, berangsur-angsur berubah kecoklatan, dan akhirnya menjadi merah tua ketika masak.
3.    Cabe Rawit Kecil
Diantara jenis cabe rawit lainnya, jenis  cabe ini adalah yang terkecil. Panjang buahnya hanya sekitar 1-2 cm dengan lebar 0,5-1 cm. Namun, rasa buah cabe ini paling pedas dibandingkan jenis cabe laninnya. Cabe rawit kecil serupa dengan cabe rawit hijau, saat muda berwarna hijau tua dan berubah menjadi merah tua ketika masak. Dibanding cabe rawit putih, ujung cabe rawit kecil lebih tumpul. Nama lain cabe rawit kecil adalah cabe jemprit.
4.    Cabe Rawit Hias
Cabe rawit hias serupa dengan cabe rawit putih, hanya tanamannya lebih kecil, setinggi sekitar 50 cm. Biasanya, tanaman ini ditanam di pot sebagai tanaman hias, meskipun tergolong tanaman hias, buahnya tetap enak dimakan. Buah ketika muda berwarna putih kekuning-kuningan dan berubah merah agak orange setelah masak. Rasa pedasnya setara dengan jenis lombok rawit putih.

Sifat Botani Cabe Rawit
Cabe rawit termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan berakar tunggang. Akarnya menyebar hingga sejauh 40 cm, tetapi dangkal.akar-akar rambut banyak berada di permukaan. Akar-akar mendatarnya cepat berkembang, menyebar dengan kedalaman 15 cm. Ujung akar tunggang dapat menembus tanah hingga kedalaman 50 cm.
Gambar: Cabe Rawit Putih
Gambar: Cabe Rawit Hijau
Batang tanaman berbentuk bulat, tegak dengan tinggi 50-150 cm. Batang hanya sedikit sedikit mengandung zat kayu sehungga tidak kuat berdiri tegak saat lebat buahnya. jika tanaman berbuah lebat, di perlikan penyangga tanaman. Batang muda berwarna hujau dan tidak berbulu,kemudian berangsur-angsur berubah menjadi putih kecoklatan setelah tua. Batang utama mudah di tumbuhi tunas baru sehingga kadang-kadang perlu di lakukan perempelan.
Daun cabe rawit putih berwarna hijau muda, sedangkan daun cabe rawit hijau dan cabe rawit kecil berwarna hijau tua.ukuran daun termasuk kecil. Daun ini berbulu halus pada permukaannya. Bentuk daun menyerupai  hati yang meruncing pada ujungnya. Panjang daun sekitar 4-6 cm dan lebar 2-3 cm, bagian tepinya tidak bergerigi.
Bunga berdiri tegak pada ketiak daun, berwarna putih bersih, berbentuk bintang. Satu kuntum bunga terdiri dari 5-6 helai kelopak bunga. Pada setiap ketiak daun umumnya tumbuh dua tangkai bunga. Setelah mekar penuh, bunga cabe rawit berukuran lebar sekitar 1,5 cm. Setelah terjadi pembuahan bunga akan layu dan kebanyakan hanya 1 bunga yang menjadi bakal buah.
Buah muda berwarna hijau atau putih kekuning-kuningan dan berubah menjadi merah setelah tua. Buah bervariasi ukurannya, berkisar antara 1-4 cm dengan lebar 0,5-1,2 cm, buah cabe mengandung oleoresin yang pedas rasanya.
Setiap buah berisi banyak biji. Biji cabe berkeping dua (dikotil) dan berfungsi sebagai alat perkembang biakan tanaman secara generatif.

Kandungan Gizi Dan Manfaat Cabe Rawit
Cabe rawit mengandung vitamin A kadar tinggi (11.50 SI), setara dengan kandungan vitamin A dalam daun singkong (11.000 SI), hampir dua kali lipat dibandingkan kadar vitamin A dalam bayam, dan sedikit lebih rendah dari wortel (12.000 SI). Vitamin A ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin C juga cukup tinggi, 70 mg. Bandingkan dengan jeruk manis yang memiliki kandungan vitamin C nya 49 mg dan apel 90 mg. Cabe rawit juga mengandung bahan-bahan mineral yang cukup tinggi, terutama zat besi dan kalsium. Kedua jenis mineral tersebut sangat di perlukan bagi pertumbuhan manusia. (http://rumahagri.blogspot.com/2015/05/ mengenal-tanaman-cabe-rawit.html)

Manfaat Cabe Rawit Untuk Tubuh
1.            Suasana hati menjadi lebih bahagia.
Salah satu yang jarang diketahui dari manfaat cabe rawit adalah membangkitkan rasa senang di hati seseorang. Hal ini berkaitan dengan stimulasi di otak untuk mengeluarkan hormon endorfin, saat seseorang mengkonsumsi cabe rawit. Karenanya, ada yang menyebutkan ketika mengkonsumsi cabe rawit suasana hati menjadi lebih bahagia.
2.            Mengencerkan sumbatan pada aliran darah
Cabe rawit sangat berguna sekali, terutama bagi seseorang yang memiliki risiko terkena penyakit jantung. Beberapa penelitian menyebutkan, mengkonsumsi cabe rawit dapat membantu untuk mengencerkan sumbatan pada aliran darah, yang bisa menyebabkan gangguan aliran darah, stroke dan penyakit jantung.
3.            Menurunkan kadar kolesterol
Cabe rawit memiliki sifat antikoagula, sehingga ia membantu menghancurkan bekuan darah dan juga menghambat terbentuknya bekuan darah di sepanjang saluran darah.
4.            Mengatasi Nyeri Sendi
Kandungan capcaisin dalam cabe berkhasiat dalam meredakan kejang pada otot. Beberapa orang yang sering mengalami nyeri pada persendian bisa membuat sedia krim dari cabe rawit, dimana rasa hangat yang ditimbulkan bisa membantu mengatasi masalah tersebut.
Cabe Rawit, Si kecil yang kaya manfaat
5.            Sebagai Antioksidan
Bagaimanapun manfaat antioksidan bagi tubuh sangat banyak, salah satunya menghindari dari banyak penyakit. Dalam cabe rawit terkandung zat penting seperti kapsainin, kapsantin, karetonoid, alkaloid atsiri, rsin, vitamin A dan C. Zat ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh Vitamin C yang terkandung dalam cabe rawit sangat tinggi, yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
6.            Meningkatkan kesuburan
Tidak hanya daya tubuh yang diperbaiki, manfaat cabe rawit juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Selain itu, mengkonsumsi cabe rawit juga mampu meningkatkan gairah seksual bagi Anda yang memiliki masalah dengan hal tersebut.
Tapi bagi anda yang memiliki masalah dengan saluran cerna, sebaiknya konsumsi cabe rawit di kurangi, atau dihindari sama sekali. Rasa panas yang ditimbulkan akibat cabe rawit tidak baik bagi penderita saluran cerna, dan juga bagi penderita sakit mata. (http://manfaattanamanhijau.blogspot.com/2013/11/manfaat-cabe-rawit-untuk-tubuh.html)

Selasa, 21 Mei 2019

Pekarangan Rumah Sebagai Penyedia Gizi Sehat Keluarga

Pekarangan Rumah Sebagai Penyedia Gizi Sehat Keluarga
Oleh: Herlina, SP (BPP Kec. Taliwang)
Pekarangan rumah merupakan sebidang tanah di sekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Disebut lumbung hidup karena sewaktu-waktu kebutuhan pangan pokok seperti jagung, umbiumbian dan sebagainya tersedia di pekarangan.
Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis tanaman, termasuk budidaya tanaman buah dan sayuran. Iklim Indonesia yang tropis sangat cocok untuk pembudidayaan tanaman sayuran yang merupakan salah satu dari tanaman kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang baik bagi kesehatan. Kegiatan dengan menanam berbagai jenis tanaman sayur akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus-menerus, guna pemenuhan gizi keluarga.
Penanaman tanaman sayur sebagai upaya pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu penyedia gizi sehat keluarga. Selain itu, usaha di pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan, juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga.


Pemanfaatan Pekarangan di KWT Tiang Nam Maju, Kelurahan Kuang.

Pola Tanam Pekarangan
Ditinjau dari tata letak pekarangan, pola pertanian pekarangan yang baik dapat diatur sehingga tidak mengganggu pancaran sinar matahari yang akan masuk ke halaman rumah dan juga mempertimbangkan aspek keamanan dan estetika.
a. Tanaman Sisi Rumah, sebaiknya jenis tanaman sayur-sayuran, obat-obatan dan bumbu-bumbuan dengan menghindari tanaman yang berpohon tinggi apalagi berpohon besar. Tanaman yang berpohon besar akan berakar besar pula sehingga bisa merusak pondasi rumah disamping pekarangan menjadi sangat lembab.
b. Tanaman Belakang Rumah, bisa diusahakan jenis tanaman yang pohonnya agak tinggi tetapi tidak begitu besar dan pilih yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus dan bisa juga tanaman hias yang mempunyai harga relatif tinggi atau mahal.
c.Tanaman Pagar, dimaksudkan sebagai tanaman batas pekarangan, hendaknya dipergunakan sebagai pagar hidup yang cepat tumbuh, banyak cabang, kuat dan lebat, tahan pangkas dan bermanfaat banyak, misalnya beluntas yang bisa dipakai untuk obat dan lalapan, tanaman puring, kedondong, belimbing dan lain sebagainya.
 
Penyemaian tanaman di KWT Tiang Nam Maju, Memanfaatkan barang bekas.

Manfaat Dan Potensi Pengembangan
Pertanian pekarangan memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber bahan pangan tambahan (meningkatkan ketahanan pangan keluarga), sumber pendapatan keluarga, sumber oksigen, sumber keindahan (estetika), dan wahana kegiatan bagi kaum ibu/wanita.
Beternak unggas, di pekarangan KWT Tiang Nam Maju,

Komoditi yang diusahakan meliputi:
1. Sayuran dan buah : Sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, tomat, terong, mentimun, pare dan paprika. Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis, kemangi, seledri, selada, dan sawi. Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya, Sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih termasuk tanaman sayuran umbi-umbian. Tanaman buah, obat-obatan, tanaman hias.
2. Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak pendaging
3. Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan dan lain-lain
Pertanian pekarangan merupakan salah satu strategi baru meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus sebagai sumber pendapatan keluarga. sekaligus dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pekarangan yang dijadikan Rumah bibit,

KWT Tiang Nam Maju.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Selasa, 07 Agustus 2018

MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG


MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

oleh : Herlina, SP

UPTD BP3 Kec. Taliwang





HAMA TANAMAN JAGUNG

Hama jagung diketahui menyerang pada seluruh fase pertumbuhan tanaman, baik vegetatif maupun generatif. Hama yang biasa ditemukan pada tanaman jagung antara lain adalah :


1.    Penggerek Batang Tanaman Jagung (Ostrinia furnacalis Guen )
Penggerek Batang Tanaman Jagung (Ostrinia furnacalis Guen )

Larva O. furnacalis menyerang semua bagian tanaman jagung. Kehilangan hasil terbesar dapat terjadi saat serangan tinggi pada fase reproduktif. Serangga ini mempunyai ciri khas serangan pada setiap bagian tanaman jagung, yaitu berupa lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, tumpukan tassel yang rusak, dan rusaknya tongkol jagung.


2.    Belalang

Tanaman yang disukai : kelompok Graminae (padi, jagung, sorgum, tebu, alang-alang, gelagah, dan berbagai jenis rumput), daun kelapa, bambu, kacang tanah, sawi, kubis
Tanaman yang tidak disukai : Kacang hijau, kedelai, kacang panjang, ubi kayu, ubi jalar, tomat dan kapas.


3.    Ulat Grayak

Ulat grayak (S. litura) dapat merusak tanaman 5-50%.


4.    Penggerek Tongkol Jagung (Helicoverpa armigera)


Telur diletakan pada pucuk tanaman. Jika tongkol sudah keluar, telur diletakkan pada rambut jagung. Telur menetas 3-9 hari (22,5 – 17 0C). Larva terdiri atas 5-7 instar, tetapi umumnya 6 instar, dengan waktu perkembangan selama 12 – 23 hari dengan suhu 24 – 27,20C


5.    Tikus

Gejala :

  • Kulit tongkol jagung dimakan, sehingga terlihat bagian tongkolnya
  • Tikus biasanya membuat lubang di sekitar ladang jagung terutama membuat lubang di tanggul tanggul
  • Tikus dalam 1 pasang selama 1 th bisa melaahirkan anak sebanyak 2048 ekor anak
  •  Kumis dan penciuman tikus berpungsi sebagai radar dan penunjuk jalan.
  • Matanya rabun
  • Peka terhadap kondisi sekitarnya, cepat beradaptasi
  • Dan sipatnya selalu mencoba memekan


PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

Penyakit pada tanaman jagung sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penyebab penyakit tanaman umumnya dapat disebabkan oleh bakteri, cendawan, virus, kekurangan atau kelebihan air, kekurangan atau kelebihan unsur hara, serta terlalu panas atau terlalu dingin. Besar kecilnya pengaruh penyebab-penyebab tersebut tergantung tingkat serangan penyakit terhadap tanaman jagung. Pertumbuhan tanaman jagung yang terserang penyakit biasanya terganggu, dan akiivitas jaringan tanaman seria sel-sel di dalamnya menjadi tidak normal lagi. Tanaman dapat menjadi layu, berubah menjadi kerdil, berubah warna seperti daun menguning ataupun mengering. Oleh karena itu pengetahuan tentang penyakit menjadi sangat penting agar lebih mudah memahami tentang tata cara pengendaliannya agar tanaman sehat dan produktif.


1.    Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung ( Downy Mildew )

Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung ( Downy Mildew )

Penyebab :
cendawan Peronosclero spora maydis dan P. spora javanica serta P. spora philippinensis. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab

Gejala :
(1) pada tanaman berumur 2-3 minggu, daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih;
(2) pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi;
(3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.


22.    Penyakit Cendawan Hitam

Penyakit cendawan hitam

Salah satu penyebab penyakit pada tanaman jagung adalah cendawan hitam Ustilago maydis (DC.) CDA, (sinonim: Ustilago zeae). Cendawan hitam biasanya membentuk massa spora berwama hitam dalam basidia yang berbentuk seperti gada. Penyakit ini menyerang tanaman jagung, terutama pada tongkolnya

Gejala :

  • Terjadinya pembengkakan/ terbentuknya kelenjar (gall) pada tongkol. Pembengkakan atau gall yang dibungkus dengan jaringan berwarna putih kehijauan sampai putih perak mengilap merupakan pertanda bahwa cendawan telah masuk ke dalam biji.
  • Cendawan ini bemula dengan warna keputihan kemudian berubah menjadi ungu muda dan akhirnya menjadi hitam.
  • Biji-biji yang terinfeksi yang membengkak akan membentuk kelenjar-kelenjar. Dengan makin membesarnya kelenjar-kelenjar,kelobot terdesak ke samping dan rusak sehingga sebagian dari kelenjar itu tampak dari luar.
  • Apabila bunga jantan terinfeksi maka semua tongkol pada tanaman tersebut terinfeksi penyakit gosong.


Rabu, 01 Agustus 2018

HAMA PADA TANAMAN KACANG HIJAU


HAMA PADA TANAMAN KACANG HIJAU


oleh : Herlina, SP

UPTD BP3 Kec. Taliwang




Hama tanaman kacang hijau sering dianggap sepele, padahal serangannya bisa menyebabkan penurunan produksi dan penurunan kualitas hasil panen. Bahkan serangan hama pada tanaman kacang hijau tidak jarang mengakibatkan kegagalan total. Hama pada tanaman kacang hijau bisa menyerang mulai dari benih yang baru ditanam, ketika benih berkecambah, saat tanaman berbunga hingga tanaman kacang hijau berproduksi.


Serangan hama kacang hijau menyebabkan kerusakan pada benih yang belum tumbuh, kerusakan daun, kerusakan batang dan kerusakan polong.

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman kacang hijau antara lain semut, lalat bibit, lalat buah, ulat grayak, oteng-oteng, penggulung daun, ulat jengkal, penggerek polong, ulat buah, kutu daun dan kepik.

1. Semut

Hama semut biasanya menyerang benih kacang hijau yang baru ditanam. Jenis semut merah bertubuh kecil dan berada didalam tanah adalah jenis semut yang paling sering menyerang benih kacang hijau. Serangan semut menyebabkan benih berlubang, bahkan semut bisa memakan habis benih tersebut. Akibatnya benih akan membusuk dan tidak bisa tumbuh.


2. Oteng-oteng/Penggerek Daun

Hama oteng-oteng menyerang dan merusak daun tanaman kacang hijau, baik daun muda maupun daun tua. Serangan lebih sering terjadi pada daun tanaman kacang hijau yang masih muda. Serangan menyebabkan daun berlubang-lubang, kemudian daun akan mengering dan mati.


3. Lalat bibit/lalat kacang (Ophiomya phaseoli tryon)

Lalat bibit/lalat kacang (Ophiomya phaseoli tryon)


Lalat bibit menyerang benih kacang hijau yang baru ditanam dan belum tumbuh. Benih yang terserang terdapat lubang-lubang kecil bekas gigitan. Serangan bisa menyebabkan benih tidak tumbuh dan membusuk. Hama ini juga menyerang tanaman muda yang baru tumbuh, gejalanya terlihat jika terdapat daun yang berlubang-lubang tidak beraturan. Serangan ini sama persis dengan serangan lalat bibit pada benih kedelai.


4. Kepik Hijau (Nezara Viridula)

Kepik Hijau (Nezara Viridula)


Kepik hijau biasanya bergerombol dibalik daun kacang hijau. Hama ini menyerang dan merusak polong kacang hijau dan menyebabkan polong kacang hijau mengempis dan kering.


5. Penggerek Buah/Penggerek Polong (Etiella zinckenella treit)

Hama ini menyerang polong kacang hijau dan tinggal didalamnya. Serangan menyebabkan polong kacang hijau menjadi busuk dan rusak. Serangan pada bunga akan menyebabkan tanaman kacang hijau tidak dapat membentuk polong.


6. Ulat Buah/Ulat Polong (Heliothis armigera Hbn)

Ulat polong memiliki tipe serangan yang mirip dengan penggerek polong, yaitu tinggal didalam polong kacang hijau dan memakannya. Sehingga menyebabkan polong kacang hijau berlubang dan rusak.


7. Penggulung Daun (Lamprosema Indiva F)

Hama penggulung daun menyerang dan merusak daun tanaman kacang hijau. Gejala serangan terlihat jika terdapat daun-daun tanaman kedelai yang menggulung. Hama ini terdapat pada daun kacang hijau yang menggulung tersebut, kemudian akan memakan daun dan tulang daun dan menyebabkan daun menjadi rusak.


8. Kutu kebul (Bemisia tabacci)

Kutu kebul (Bemisia tabacci)
Serangan kutu kebul menyebabkan pertumbuhan tanaman kacang hijau terhambat dan kerdil. Kutu kebul bergerombol dibawah daun kacang hijau dan menyebabkan daun mengkerut dan menguning.


9. Lalat Buah

Lalat buah menyerang buah kacang hijau dan menyebabkan polong membusuk. Telur lalat buah disimpan didalam polong dan akan menetas menjadi larva. Larva kemudian menyerang polong hingga polong menjadi busuk dan rontok. Serangan lalat buah mulai terjadi pada saat bunga membentuk buah sampai polong hampir masak.


10. Ulat Grayak (Spodotera litura F)

Ulat Grayak (Spodotera litura F)


Ulat grayak menyerang dan merusak seluruh bagian tanaman kacang hijau, mulai dari daun, batang dan buah. Serangan ulat grayak jika sudah terlanjur parah akan menyebabkan tanaman mati dan mengering.

11. Ulat Jengkal (Chryssodeixis chalcites Esp)

Ulat jengkal adalah pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Larva ulat jengkal menyerang seluruh bagian tanaman, terutama daun muda. Serangan mengakibatkan daun-daun yang rusak berlubang-lubang tidak beraturan. Tanaman kacang hijau yang terserang akan terhambat pertumbuhannya dan kerdil.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/materilokalita/cetak/26973
Sumber gambar: google

Senin, 09 Juli 2018

Budidaya Tanaman Jagung


BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG



oleh : Herlina, SP
UPTD BP3 Kec. Taliwang


Langkah-langkah yang dilakukan dalam budidaya tanaman jagung.

1.      Memilih Benih

Dalam memilih bibit jagung sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, karena langkah awal ini akan sangat menentukan keberhasilan anda dalam menanam jagung.
  • Baca dengan benar tanggal kadaluarsa yang ada dikemasan benih, pilih yang kadaluarsanya masih lama. Daya tumbuh benih sangat dipengaruhi oleh lamanya bibit tersebut disimpan, semakin lama maka daya tumbuhnya akan semakin kecil.
  • Cari tahu karakteristik dari tanaman jagung tersebut, seperti apa tumbuhnya, ketahanan terhadap hama, keseragaman ukuran biji, tidak ada kutu / hama gudang, dan masa panennya.





2.      Menyiapkan Lahan Tanam

Untuk menghasilkan tanaman jagung yang subur dan menghasilkan buah yang super, lahan tanam atau kebun harus digemburkan terlebih dahulu.
  • Mengolah tanah untuk media pertanaman dilakukan dengan cara membalik dan memecahkan bongkahan tanah agar diperoleh tanah yang gembur sehingga keadaan airase tanah dapat diperbaiki.
  • Penggemburan dapat dilakukan dengan cangkul atau bajak.
  • Setelah itu dapat diberi dengan pupuk kandang atau kompos, taburkan secukupnya saja jangan terlalu berlebihan.


Persiapan Lahan Demplot Tanaman Jagung di Desa Lalar Liang




3.      Penanaman Jagung

Setelah lahan sudah siap, penanaman jagung hibrida dapat dilakukan.
  • Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang menggunakan tajuk atau tugal (kayu yang diruncingkan salah satu ujungnya).
  • Penanaman dilakukan dengan ukuran 70cm x 20 cm (70cm adalah jarak antar baris, 20cm adalah jarak antar tanaman jagung).
  • Kedalaman lubang sekitar 3-5 cm, masukkan bibit 1-2 biji setiap lubang, dan tutup dengan menggunakan tanah di sekitar lubang. Penutupan dapat dilakukan dengan menginjak tanah yang ada disekitar lubang. Hal ini bertujuan agar bibit tidak dimakan semut atau burung.
  • Jika tanah penutup merupakan bongkahan dan keras, sebaiknya diambil kembali. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan bibit, tunas bibit jagung tidak tumbuh sempurna.





4.      Perawatan Tanaman Jagung

Seperti tanaman budidaya yang lain, jagung juga perlu dirawat dan dipupuk supaya hasil panennya maksimal, perawatan tanaman jagung bisa berupa membuang tanaman gulma yang ada di sekitar tanaman jagung, irigasi yang baik, serta pemberian pupuk sesuai kebutuhan.
·         Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh.
·         Penyulaman dilakukan untuk lubang-lubang yang jagungnya tidak tumbuh.
·         Pembersihan rumput sebaiknya dilakukan secara terus menerus sampai buah jagung sudah mulai tua dan batang jagung sudah mulai mengering. Saat jagung sudah mulai kering, pembersihan rumput dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida.




Anjuran Pemupukan menurut Malai Daun dan HST

Anjuran
Pupuk Ke-1
Pupuk Ke-2
Pupuk Ke-3
Pupuk Tambahan

Tanda Vegetatif
Daun 3
Daun 6 8
Daun Lebih dari 10
Bunga Jantan kurang dari 25%
Umur (HST)
7
21 – 25
-
-
Dosis Pupuk (Kg/Ha)
Phonska
150
150
-
-
Urea
100
50 – 100
50 – 100
75


  • Pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan komposisi yang 
  • Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam. Pemupukan pertama ini juga sering dilakukan bersamaan dengan penanaman, namun karena diawal sudah menggunakan pupuk kandang maka pemupukan dilakukan 1 minggu setelah tanam.
  • Lakukan pemupukan kembali pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam.




5.      Pemanenan Jagung

  • Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau mateng fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Penentuan waktu panen tergantung jenis jagung yang ingin didapatkan, misalnya jagung muda (sayur), jagung rebus, atau biji kering.
  • Jagung dapat dipanen setelah berusia 120 130 hari setelah tanam untuk memastikan benar-benar kering.
  • Jagung yang siap panen memiliki ciri-ciri : kelobot cokelat, rambut jagung hitam kering, biji jagung keras.

Petani Lalar Liang Panen Jagung



  • Cara pemanenan dapat dilakukan dengan cara manual atau pemocokan terhadap batang jagung atau dengan memetik jagungnya saja. Agar nilai jual jagung semakin tinggi, anda dapat mengeringkannya lagi agar kadar airnya benar-benar tinggal sedikit kemudian jagung dipipil dengan mesin pemipil.
  • Setelah jagung dipanen kemudian dijemur kembali sampai kering, selanjutnya baru dipipil dengan mesin pemipil. Setelah jagung terpipil dijemur kembali agar benar-benar kering, baru jagung tersebut dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi.


 

Sample text

Blogger news

Sample Text

Blogroll

Sample Text

 
Blogger Templates