Social Icons

Pages

Selasa, 24 September 2019

ADMINISTRASI KELOMPOK TANI

ADMINISTRASI KELOMPOK TANI
Disusun Oleh : Herlina, SP (BPP Kec. Taliwang)


Pengertian Administrasi Kelompok
Administrasi kelompok adalah seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan menunjang semua aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut..
Manfaat Adminitrasi Kelompok
 Untuk mengingatkan kembali sesuatu hal
  Untuk menilai dan mengetahui perkembangan kelompok tani seperti tabungan kelompok, jumlah anggota, kegiatan, kekayaan, pendidikan dan keterampilan
 Sebagai alat bukti dan dokumen
 Sebagai bahan informasi, seperti perkembangan usaha, perkembangan modal, jaringan kerjasama/mitra usaha dan lain-lain.
Macam-macam Buku Administrasi Kelompok
Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian pokok, yaitu :
 Administrasi kegiatan
 Administrasi keuangan
 Admintrasi kelembagaan
Apa Itu Administrasi Kegiatan
Administrasi kegiatan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok di luar urusan keuangan. Beberapa perangkat administrasi kegiatan yang diperlukan kelompok antara lain :
a.    Buku Daftar Anggota
Merupakan dokumen tertulis yang berkaitan tentang biodata setiap petani yang menjadi anggota kelompok. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui Nama-nama anggota, jumlah dan perkembangannya
NO
NAMA ANGGOTA
UMUR (TH)
L/P
TINGKAT PENDIDIKAN
JABATAN
PEMILIKAN LAHAN (HA)
JENIS USAHA
SAWAH
TEGAL
PEKRG

b.    Buku Daftar Pengurus
Merupakan dokumen tertulis yang berkaitan tentang biodata setiap petani yang menjadi anggota pengurus kelompok.
NO
NAMA ANGGOTA
UMUR (TH)
L/P
TINGKAT PENDIDIKAN
JABATAN
NOMOR ANGGOTA
MASA BAKTI
KETERANGAN


c.    Buku Tamu
Merupakan dokumen tertulis yang berisikan catatan tentang pihak-pihak luar yang pernah berkunjung kedalam kelompok tani. Buku ini juga bermanfaat untuk mengetahui sejauhmana perhatian dan bimbingan atau saran-saran yang pernah diberikan oleh pihak luar terhadap kelompok yang bersangkutan.  Buku Tamu diisi setiap kali ada pihak dari luar kelompok yang datang untuk suatu keperluan.
NO
TANGGAL
NAMA
JABATAN
MAKSUD DAN TUJUAN
KESAN/PESAN
TANDA-TANGAN

d.    Buku Daftar Hadir
Merupakan dokumen tertulis yang berkaitan tentang data setiap petani yang sering mengikuti berbagai kegiatan kelompok.
NO
NAMA
JABATAN
ALAMAT
TANDA-TANGAN

e.    Buku Notulen Rapat
Merupakan catatan tentang hal-hal yang telah dibahas dalam setiap pertemuan kelompok, baik pertemuan anggota maupun pertemuan pengurus. Catatan pertemuan ini penting untuk mengetahui segala persoalan ataupun  hal-hal lain yang pernah dibicarakan dalam pertemuan/rapat.  Catatan ini juga bermanfaat bagi kelompok untuk melihat pengalaman-pengalaman yang lalu baik berupa keberhasilan maupun kelemahan/kegagalan serta persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok dan cara mengatasinya.  Bagi pihak luar catatan ini  juga bermanfaat untuk mengetahui persoalan yang pernah dibicarakan didalam kelompok sehingga membantu  pihak luar dalam memberikan bimbingan selanjutnya.
HARI / TANGGAL
:
TEMPAT PERTEMUAN
:
POKOK BAHASAN
:
JUMLAH PESERTA
:
HASIL PERTEMUAN
:
.
f.     Buku Kegiatan Kelompok
Merupakan dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok, misalnya rencana kegiatan kelompok, catatan pelaksanaan kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan kelompok dan sebagainya. Catatan tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang dimiliki.
NO
TANGGAL
URAIAN KEGIATAN
KETERANGAN


Apa Itu Admintrasi Keuangan
Administrasi keuangan atau Pembukuan keuangan kelompok adalah catatan keuangan untuk kegiatan-kegiatan kelompok. Hal-hal yang dibukukan dalam buku ini diantaranya adalah : iuran bulanan anggota, sumbangan untuk kegiatan kelompok, biaya rapat, biaya ATK kelompok, biaya transportasi dan lain-lain. Buku-buku ini dilengkapai dengan arsip dari kumpulan bukti-bukti pengeluaran maupun pemasukan uang berupa nota, bon kwitansi, faktur pembayaran dll. Jadi walaupun sudah dicatat bukti-bukti tersebut tetap harus disimpan (diarsipkan)
Contoh : BUKU KAS HARIAN/BULANAN
NO
NO BUKTI
TANGGAL
URAIAN
DEBET
KREDIT
SALDO




Contoh : BUKU CATATAN PENGELUARAN
NO
TANGGAL
BELI PUPUK
BELI ATK
BELI …………
BAYAR BURUH
BAYAR HUTANG
JUMLAH





Contoh : BUKU CATATAN PEMASUKAN
NO
TANGGAL
JUAL PUPUK
JUAL ………
TERIMA PINJAMAN
TERIMA SW DLL
DLL
JUMLAH





Contoh : ARSIP BUKTI PENGELUARAN/ PEMASUKAN
NO
TANGGAL
U R A I A N
JUMLAH
CATATAN


Apa Itu Admintrasi Kelembagaan
Selain buku-buku dan dokumen penting lain yang harus dimiliki Kelompok Tani, Kelompok Tani yang kuat dan sudah maju diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya, yakni berupa :
1.    Sekretariat Kelompok Tani
2.    Papan Nama (Plank) Kelompok Tani
3.    Stempel Kelompok Tani
4.    Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
5.    Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Tani
6.    Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani
7.    Arsip Dokumen Berita Acara Benah Kelompok Tani
8.    Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
9.    Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
10.  Rencana Usaha Anggota (RUA)
11.  Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Tani
12.  Dokumen berupa papan data (Monografi)  Kelompok Tani
13.  Peta Wilayah Kelompok Tani


Dikutip dari berbagai sumber

Rabu, 04 September 2019

Panduan Praktis Budidaya Bawang Merah

Panduan Praktis Budidaya

Bawang Merah


DISUSUN OleH : Herlina, SP
(BPP Kec. Taliwang)
Tahun 2019
Bawang merah (Allium ascalonicum)
Syarat Tumbuh Bawang Merah :
  • Lahan sebaiknya di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 800 meter di atas permukaan laut.
  • Suhu yang cocok bagi pertumbuhan bawang merah adalah 27 – 32 derajat celcius sehingga bawang merah membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya.
  • PH tanah pada lahan untuk media tanam bawang merah berkisar antara 6 – 7
  • Umumnya cara menanam bawang merah paling cocok pada lahan tanah sawah maupun tegalan.
  • Memiliki tekstur sedang hingga liat.
  • Kelembaban tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah 60 – 70 %
  • Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah tanah jenis Latosol, Glei Humus, maupun Alluvial.
  • Suhu yang cocok bagi pertumbuhan bawang merah adalah 27 – 32 derajat celcius sehingga bawang merah membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya.
  • PH tanah pada lahan untuk media tanam bawang merah berkisar antara 6 – 7
  • Umumnya cara menanam bawang merah paling cocok pada lahan tanah sawah maupun tegalan.
  • Memiliki tekstur sedang hingga liat.
  • Kelembaban tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah 60 – 70 %
  • Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah tanah jenis Latosol, Glei Humus, maupun Alluvial.
Benih Bawang Merah

Bentuk benih bawang merah ada yang dari biji dan ada juga berupa umbi. Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.

Jika usia bibit umbi bawang merah kurang dari 2 bulan, maka dilakukan pemotongan bagian ujung umbi kurang lebih ½ cm. Fungsi dari pemotongan tersebut adalah untuk mempercepat tumbuhnya tunas pada tanaman bawang merah.
Pemotongan umbi bibit bawang merah

Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam 15×15 dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Bila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.
Persiapan Menanam bawang merah, Tampong Gayang Kel. Bugis
Pengolahan Tanah Dan Penanaman Bawang Merah
Tanah dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50 cm. Cangkul bedengan sedalam 20 cm, gemburkan tanahnya. Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.
Tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan 2 minggu sebelum tanam.
Gunakan 15-20 pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Tebarkan pupuk di atas bedengan dan aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga ditambahkan urea, ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 kg, 100 kg, 311 kg dan 56 kg setiap hektarnya. Campur pupuk buatan tersebut sebelum diaplikasikan. Biarkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami.
Siapkan benih atau umbi bawang merah yang siap tanam. Apabila umur umbi masih kurang dari 2 bulan, lakukan pemogesan terlebih dahulu. Pemogesan adalah pemotongan bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Fungsinya untuk memecahkan masa dorman dan mempercepat tumbuhnya tananaman.
Jarak tanam untuk budidaya bawang merah pada saat musim kemarau dipadatkan hingga 15×15 cm. Sedangkan pada musim hujan setidaknya dibuat hingga 20×20 cm. Benih bawang merah ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi kedalam tanah.

Perawatan Budidaya Bawang Merah
Penyiraman pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi hingga satu hari sekali.
Pemupukan susulan diberikan setelah tanaman bawang merah berumur 2 minggu. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, dan KCl yang diaduk rata. Komposisi masing-masing pupuk sebanyak 93 kg, 200 kg dan 112 kg untuk setiap hektarnya. Pemupukan susulan selanjutnya diberikan pada minggu ke-5 dengan komposisi urea, ZA, KCl sebanyak 47 kg, 100 kg, 56 kg per hektar. Pemupukan diberikan dengan membuat garitan disamping tanaman.
Penyiangan gulma biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam. Untuk menghemat biaya, lakukan penyiangan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun apabila serangan gulma menghebat, segera lakukan penyiangan tanpa menunggu pemberian pupuk susulan.

Pasca Panen: Penjemuran bawang Merah
Pengendalian Hama Dan Penyakit
Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi adalah hama ulat dan penyakit layu.
Hama ulat (Spodoptera sp.) menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat dan telur diambil untuk dimusnahkan. Bisa juga dengan menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sebanyak 40 buah per hektar. Bila serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.
Penyakit layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.

Panen Budidaya Bawang Merah
Ciri-ciri budidaya bawang merah siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau, lakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus untuk pembenihan umbi, tingkat kerebahan harus mencapai lebih dari 90%.
Panen Bawang Merah di Kelompoktani Tampong Gayang Kelurahan Bugis

Budidaya bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak tanam. Produktivitas bawang merah dangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas. Di Indonesia, produktivitas budidaya bawang merah berkisar 3-12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton per hektar.
Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

Dikutip dari berbagai sumber


Kamis, 01 Agustus 2019

Kecil-Kecil Si Cabe Rawit

Kecil-Kecil Si Cabe Rawit
Oleh : Herlina, SP (BPP Kec. Taliwang)

Panen Cabe Rawit di Kelompok Tani Estafet Hidup, Kelurahan Kuang

Cabe termasuk dalam golongan tanaman terung-terungan yaitu Solanaceae. Nama spesies tanaman cabe adalah Capsicum sp. Cabe rawit (Capsium frutescens) memiliki ukuran yang mini, panjangnya sekitar 2-4 cm. Rasa jenis cabe ini relatif lebih pedas dari cabe besar, meski ada beberapa varietas yang kurang pedas. Warna cabe rawit sangat beragam, mulai dari hijau, merah, kuning hingga oranye.
Jenis cabe ini bisa berbuah sepanjang tahun, tidak mengenal musim. Tanamannya cukup tahan terhadap segala cuaca dan dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Kebanyakan jenis cabe rawit yang ditanam di Indonesia merupakan varietas lokal. Benihnya diproduksi sendiri oleh para petani dari hasil panen sebelumnya. (https://alamtani.com/jenis-cabe/)
Buah cabe rawit memiliki ukuran paling kecil dibandingkan jenis cabe lainnya, tetapi rasanya paling pedas. Cabe rawit termasuk golongan cabe kecil. Meskipun nama cabe rawit lebih populer, namun sebenarnya buah pedas ini memiliki nama daerah yang berbeda. Di Yogyakarta dikenal sebagai lombok riwit, di daerah Sunda cengek leutik, di Gayo di sebut pentek, di Madura dikenal sebagai taena manok, dan di Nias disebut lada mini.
Tanaman yang tergolong tanaman perdu ini diduga berasal dari Amerika Latin. Mengenai sejarah masuknya tanaman ini ke tanah air, ada beberapa versi. Ada yang mengatakan dibawa oleh orang Portugis, ada pula yang menyatakan dibawa oleh pedagang asal persia.

Jenis Cabe Rawit
1.    Cabe rawit putih
Dari ketiga jenis cabe rawit, cabe rawit putih memiliki ukuran paling besar. Bentuk buah gemuk dan meruncing pada ujungnya. Panjang buah berkisar aantara 4-6 cm dengan lebar 0,9-1,2 cm. Ketika masih muda buah berwarna putih kekuning-kuningan, lalu berubah kuning saat menjelang tua, dan menjadi merah sedikit orange setelah masak. Cabe ini juga dikenal dengan nama cabe cengek, cabe domba, dan cabe burung. Dibandingkan kedua jenis cabe rawit lainnya, cabe rawit putih tergolong kurang pedas rasanya. Mungkin karena itulah ada jenis burung yang menyukainya.
2.    Cabe Rawit Hijau
Cabe rawit hijau juga dikenal dengan nama cabe ceplik. Buahnya sebesar cabe rawit putih, tetapi lebih pendek, jadi tampak gemuk. Panjang buah sekitar 3-4cm dengan lebar1-1,5 cm. Rasanya cukup pedas, namun tak sepedas cabe rawit kecil. Saat muda buahnya berwarna hijau tua, berangsur-angsur berubah kecoklatan, dan akhirnya menjadi merah tua ketika masak.
3.    Cabe Rawit Kecil
Diantara jenis cabe rawit lainnya, jenis  cabe ini adalah yang terkecil. Panjang buahnya hanya sekitar 1-2 cm dengan lebar 0,5-1 cm. Namun, rasa buah cabe ini paling pedas dibandingkan jenis cabe laninnya. Cabe rawit kecil serupa dengan cabe rawit hijau, saat muda berwarna hijau tua dan berubah menjadi merah tua ketika masak. Dibanding cabe rawit putih, ujung cabe rawit kecil lebih tumpul. Nama lain cabe rawit kecil adalah cabe jemprit.
4.    Cabe Rawit Hias
Cabe rawit hias serupa dengan cabe rawit putih, hanya tanamannya lebih kecil, setinggi sekitar 50 cm. Biasanya, tanaman ini ditanam di pot sebagai tanaman hias, meskipun tergolong tanaman hias, buahnya tetap enak dimakan. Buah ketika muda berwarna putih kekuning-kuningan dan berubah merah agak orange setelah masak. Rasa pedasnya setara dengan jenis lombok rawit putih.

Sifat Botani Cabe Rawit
Cabe rawit termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan berakar tunggang. Akarnya menyebar hingga sejauh 40 cm, tetapi dangkal.akar-akar rambut banyak berada di permukaan. Akar-akar mendatarnya cepat berkembang, menyebar dengan kedalaman 15 cm. Ujung akar tunggang dapat menembus tanah hingga kedalaman 50 cm.
Gambar: Cabe Rawit Putih
Gambar: Cabe Rawit Hijau
Batang tanaman berbentuk bulat, tegak dengan tinggi 50-150 cm. Batang hanya sedikit sedikit mengandung zat kayu sehungga tidak kuat berdiri tegak saat lebat buahnya. jika tanaman berbuah lebat, di perlikan penyangga tanaman. Batang muda berwarna hujau dan tidak berbulu,kemudian berangsur-angsur berubah menjadi putih kecoklatan setelah tua. Batang utama mudah di tumbuhi tunas baru sehingga kadang-kadang perlu di lakukan perempelan.
Daun cabe rawit putih berwarna hijau muda, sedangkan daun cabe rawit hijau dan cabe rawit kecil berwarna hijau tua.ukuran daun termasuk kecil. Daun ini berbulu halus pada permukaannya. Bentuk daun menyerupai  hati yang meruncing pada ujungnya. Panjang daun sekitar 4-6 cm dan lebar 2-3 cm, bagian tepinya tidak bergerigi.
Bunga berdiri tegak pada ketiak daun, berwarna putih bersih, berbentuk bintang. Satu kuntum bunga terdiri dari 5-6 helai kelopak bunga. Pada setiap ketiak daun umumnya tumbuh dua tangkai bunga. Setelah mekar penuh, bunga cabe rawit berukuran lebar sekitar 1,5 cm. Setelah terjadi pembuahan bunga akan layu dan kebanyakan hanya 1 bunga yang menjadi bakal buah.
Buah muda berwarna hijau atau putih kekuning-kuningan dan berubah menjadi merah setelah tua. Buah bervariasi ukurannya, berkisar antara 1-4 cm dengan lebar 0,5-1,2 cm, buah cabe mengandung oleoresin yang pedas rasanya.
Setiap buah berisi banyak biji. Biji cabe berkeping dua (dikotil) dan berfungsi sebagai alat perkembang biakan tanaman secara generatif.

Kandungan Gizi Dan Manfaat Cabe Rawit
Cabe rawit mengandung vitamin A kadar tinggi (11.50 SI), setara dengan kandungan vitamin A dalam daun singkong (11.000 SI), hampir dua kali lipat dibandingkan kadar vitamin A dalam bayam, dan sedikit lebih rendah dari wortel (12.000 SI). Vitamin A ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin C juga cukup tinggi, 70 mg. Bandingkan dengan jeruk manis yang memiliki kandungan vitamin C nya 49 mg dan apel 90 mg. Cabe rawit juga mengandung bahan-bahan mineral yang cukup tinggi, terutama zat besi dan kalsium. Kedua jenis mineral tersebut sangat di perlukan bagi pertumbuhan manusia. (http://rumahagri.blogspot.com/2015/05/ mengenal-tanaman-cabe-rawit.html)

Manfaat Cabe Rawit Untuk Tubuh
1.            Suasana hati menjadi lebih bahagia.
Salah satu yang jarang diketahui dari manfaat cabe rawit adalah membangkitkan rasa senang di hati seseorang. Hal ini berkaitan dengan stimulasi di otak untuk mengeluarkan hormon endorfin, saat seseorang mengkonsumsi cabe rawit. Karenanya, ada yang menyebutkan ketika mengkonsumsi cabe rawit suasana hati menjadi lebih bahagia.
2.            Mengencerkan sumbatan pada aliran darah
Cabe rawit sangat berguna sekali, terutama bagi seseorang yang memiliki risiko terkena penyakit jantung. Beberapa penelitian menyebutkan, mengkonsumsi cabe rawit dapat membantu untuk mengencerkan sumbatan pada aliran darah, yang bisa menyebabkan gangguan aliran darah, stroke dan penyakit jantung.
3.            Menurunkan kadar kolesterol
Cabe rawit memiliki sifat antikoagula, sehingga ia membantu menghancurkan bekuan darah dan juga menghambat terbentuknya bekuan darah di sepanjang saluran darah.
4.            Mengatasi Nyeri Sendi
Kandungan capcaisin dalam cabe berkhasiat dalam meredakan kejang pada otot. Beberapa orang yang sering mengalami nyeri pada persendian bisa membuat sedia krim dari cabe rawit, dimana rasa hangat yang ditimbulkan bisa membantu mengatasi masalah tersebut.
Cabe Rawit, Si kecil yang kaya manfaat
5.            Sebagai Antioksidan
Bagaimanapun manfaat antioksidan bagi tubuh sangat banyak, salah satunya menghindari dari banyak penyakit. Dalam cabe rawit terkandung zat penting seperti kapsainin, kapsantin, karetonoid, alkaloid atsiri, rsin, vitamin A dan C. Zat ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh Vitamin C yang terkandung dalam cabe rawit sangat tinggi, yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
6.            Meningkatkan kesuburan
Tidak hanya daya tubuh yang diperbaiki, manfaat cabe rawit juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Selain itu, mengkonsumsi cabe rawit juga mampu meningkatkan gairah seksual bagi Anda yang memiliki masalah dengan hal tersebut.
Tapi bagi anda yang memiliki masalah dengan saluran cerna, sebaiknya konsumsi cabe rawit di kurangi, atau dihindari sama sekali. Rasa panas yang ditimbulkan akibat cabe rawit tidak baik bagi penderita saluran cerna, dan juga bagi penderita sakit mata. (http://manfaattanamanhijau.blogspot.com/2013/11/manfaat-cabe-rawit-untuk-tubuh.html)

Selasa, 21 Mei 2019

Pekarangan Rumah Sebagai Penyedia Gizi Sehat Keluarga

Pekarangan Rumah Sebagai Penyedia Gizi Sehat Keluarga
Oleh: Herlina, SP (BPP Kec. Taliwang)
Pekarangan rumah merupakan sebidang tanah di sekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Disebut lumbung hidup karena sewaktu-waktu kebutuhan pangan pokok seperti jagung, umbiumbian dan sebagainya tersedia di pekarangan.
Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis tanaman, termasuk budidaya tanaman buah dan sayuran. Iklim Indonesia yang tropis sangat cocok untuk pembudidayaan tanaman sayuran yang merupakan salah satu dari tanaman kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang baik bagi kesehatan. Kegiatan dengan menanam berbagai jenis tanaman sayur akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus-menerus, guna pemenuhan gizi keluarga.
Penanaman tanaman sayur sebagai upaya pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu penyedia gizi sehat keluarga. Selain itu, usaha di pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan, juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga.


Pemanfaatan Pekarangan di KWT Tiang Nam Maju, Kelurahan Kuang.

Pola Tanam Pekarangan
Ditinjau dari tata letak pekarangan, pola pertanian pekarangan yang baik dapat diatur sehingga tidak mengganggu pancaran sinar matahari yang akan masuk ke halaman rumah dan juga mempertimbangkan aspek keamanan dan estetika.
a. Tanaman Sisi Rumah, sebaiknya jenis tanaman sayur-sayuran, obat-obatan dan bumbu-bumbuan dengan menghindari tanaman yang berpohon tinggi apalagi berpohon besar. Tanaman yang berpohon besar akan berakar besar pula sehingga bisa merusak pondasi rumah disamping pekarangan menjadi sangat lembab.
b. Tanaman Belakang Rumah, bisa diusahakan jenis tanaman yang pohonnya agak tinggi tetapi tidak begitu besar dan pilih yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus dan bisa juga tanaman hias yang mempunyai harga relatif tinggi atau mahal.
c.Tanaman Pagar, dimaksudkan sebagai tanaman batas pekarangan, hendaknya dipergunakan sebagai pagar hidup yang cepat tumbuh, banyak cabang, kuat dan lebat, tahan pangkas dan bermanfaat banyak, misalnya beluntas yang bisa dipakai untuk obat dan lalapan, tanaman puring, kedondong, belimbing dan lain sebagainya.
 
Penyemaian tanaman di KWT Tiang Nam Maju, Memanfaatkan barang bekas.

Manfaat Dan Potensi Pengembangan
Pertanian pekarangan memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber bahan pangan tambahan (meningkatkan ketahanan pangan keluarga), sumber pendapatan keluarga, sumber oksigen, sumber keindahan (estetika), dan wahana kegiatan bagi kaum ibu/wanita.
Beternak unggas, di pekarangan KWT Tiang Nam Maju,

Komoditi yang diusahakan meliputi:
1. Sayuran dan buah : Sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, tomat, terong, mentimun, pare dan paprika. Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis, kemangi, seledri, selada, dan sawi. Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya, Sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih termasuk tanaman sayuran umbi-umbian. Tanaman buah, obat-obatan, tanaman hias.
2. Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak pendaging
3. Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan dan lain-lain
Pertanian pekarangan merupakan salah satu strategi baru meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus sebagai sumber pendapatan keluarga. sekaligus dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pekarangan yang dijadikan Rumah bibit,

KWT Tiang Nam Maju.

(Dikutip dari berbagai sumber)
 

Sample text

Blogger news

Sample Text

Blogroll

Sample Text

 
Blogger Templates